Sarjana Berbagi Cerita #8 : Jurusan Ilmu Politik

By Si Anak Rimo - June 12, 2016



Kenapa sih memilih kuliah di jurusan Ilmu Politik ? Untuk apa ? begitulah kira – kira pertanyaan yang ditanyakan keluarga atau teman dekat ketika hendak ingin melanjutkan kuliah di jurusan Ilmu Politik. Sebenarnya sejak kecil saya sudah suka belajar dan melihat tentang pemerintahan dan perkembangan politik di tanah air pasca reformasi. Aneh banget ya masih kecil ini anak sudah suka dengan yang begituan, soalnya waktu itu kan banyak sekali perubahan dinamika politik pasca reformasi dan itu menurutku sangat menarik. Banyak yang ragu sih ketika memilih jurusan ini, mulai dari prospek setelah tamat dan mata kuliah yang katanya rumit dll.

Kita kembali dulu ya melihat paradigma yang berkembang di masyarakat tentang kondisi politik, harus kita akui bahwa dunia politik sedang mengalami banyak masalah dan krisis. Lulusan Ilmu Politik sangat diharapkan memberi warna positif pada perkembangan dunia politik dan pemerintahan di republik ini. 

Mengapa Ilmu Politik ?

Saya suka dengan dunia sosial dan politik di tanah air, walaupun saya lebih berbakat di jurusan sosial tetapi waktu sekolah saya berada di jurusan IPA. Aneh kan sekolah di jursan IPA tapi pelajaran kesukaan PPKN dan Sejarah, namun di banyak daerah jurusan IPA seperti jurusan tempat berkumpulnya orang pintar dll, padahal sewaktu saya sekolah kita banyak sekali yang berbakat di dunia sosial tetapi lebih memilih masuk ke bidang ilmu alam. Sehingga ketika kuliah mereka melanjutkan ke jurusan sosial dan politik. Padahal semua jurusan sama tergantung bakat seseorang saja sih. Tapi kita lupakan saja, sekarang kita bahas tentang dunia perkuliahan dulu. Di beberapa kampus besar, Ilmu Politik biasanya akan masuk di Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik “ FISIP “, atau di beberapa kampus namanya fakultas FISIPOL. Di Fakultas ini biasanya ada jurusan Ilmu Pemerintahan, Hubungan Internasional, Administrasi Negara, Sosiologi, dll. Jika di kampus saya Fisip Unsyiah saat ini hanya ada jurusan Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi, Sosiologi dan Ilmu Pemerintahan. Tetapi dalam beberapa tahun kedepan kampus ini berencana untuk membuka jurusan Hubungan Internasional. Semoga saja.

Belajar apa aja sih ?

Sewaktu saya baru masuk kuliah, biasanya masih dikenalkan dengan ilmu dasar berbagai jurusan seperti dasar Ilmu Ekonomi, Hukum dan Politik. Seiring perjalanan waktu mulailah kita belajar yang lebih khusus seperti sistem pemerintahan Indonesia dan berbagai negara besar lainnya, ada belajar tentang sistem keuangan dan hukum, Bidang politik perbandingan tidak hanya sekedar membandingkan satu negara dengan negara yang lain, tetapi mencari dan menganalisa variasi dari berbagai praktek politik di berbagai tempat, dan mencoba mencari tahu: Apa implikasi teoretik dan riil dari variasi tersebut? Apa kontribusinya bagi teori-teori sosial? Apa implikasinya bagi kita dan masyarakat?. Walaupun tidak sebanyak materi politik tapi kuliahnya sangat menarik dan seru. Tetapi biasanya setiap kampus memiliki mata kuliah yang berbeda, namun tidak begitu berbeda jauh kok. Inilah yang membuat saya lama betah berlama - lama di kelas waktu itu.

Namun ada banyak macam topik yang dibahas dan dipelajari selama kuliah, topik yang terus berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan masih dalam ruang lingkup Ilmu Politik. Topik yang dibahas seperti demokrasi, kapitalisme, genosida, pemilu, partai, gerakan sosial dan masyarakat sipil, hubungan agama dan negara, filsafat politik, hingga berbagai jenis kajian kawasan, misalnya Kajian Amerika Latin, Kajian Asia Tenggara, dan Kajian Timur Tengah.

Terus ngapain belajar topik itu ?

Mata kuliah itu kan berat – berat dan tidak ada hubungan dengan kita. Ilmu Politik itu sangat luas sekali, sehingga hampir seluruh bagian dari kehidupan memiliki hubungan dengan jurusan ini, mulai dari harga sembako di pasar, spp kuliah, jalan berlubang, dll. Luas banget kan cakupan jurusan satu ini.

Dengan belajar Ilmu Politik, kita bisa melihat persoalan di tengah masyarakat dengan kaca mata yang berbeda. Bisa menghubungkan satu permasalahan dengan permasalahan lainnya. 

Abis Lulus Terus Ngapain?

Kalau sudah lulus terserah kita sih mau kemana, namun ada banyak prospek yang memberikan ruang kepada lulusan Ilmu Politik. Mulai dari LSM/NGO, pemerintahan/PNS, atau akademik, Konsultan, Peneliti dan malah ada yang kerja di bank, wartawan atau bagian humas di perusahaan swasta. Lebih cocoknya jadi caleg saja atau pengurus partai sih, biar bisa menerapkan ilmu nya langsung. Apabila ditambah dengan kemampuan menulis dan berorganisasi yang baik, juga ditambah dengan kemampuan bahasa asing, maka prospek karir setelah kelulusan tentunya akan semakin baik.

Namun disamping itu semua, lulusan Ilmu Politik setidaknya akan memberi warna berbeda terhadap perubahan sosial di masyarakat. Ada meme lucu juga untuk jurusan ini, “ Menantu idaman itu lulusan Ilmu Politik, negara saja di urus apalagi kamu “, beuh asyik benar kata – katanya, dibawa santai saja ya.

Penutup

Kurang lebih begitulah sekilas mengenai jurusan Ilmu Politik. Meskipun singkat, semoga ulasan ini dapat membantu teman-teman semua untuk menentukan dan memantapkan pilihan. Jadi, tunggu apalagi? Jangan takut dengan politik. Mari pilih dan belajar Ilmu Politik!


  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Apakah jurusan ipa bisa ke fakultas ilmu politik?

    ReplyDelete
  2. Bisa kak. Waktu itu saya ambil Paket IPC sih tahun 2010.

    ReplyDelete