![]() |
| Anies Baswedan |
Belum lama ini Majalah terkemuka Amerika Serikat, Foreign Policy (FP) merilis Top World 100 Public Intellectuals (100 Tokoh Intelektual Publik Dunia). Satu diantaranya adalah anak bangsa Indonesia, Anies Baswedan (39), Rektor Universitas Paramadina Jakarta. Ini mengagumkan, karena Anies berada sejajar dengan banyak tokoh terkemuka di dunia, seperti Fetullah Gulen, Yusuf Al Qardawi, Habermas, Thomas Friedman, Samuel Hantington, Francis Fukuyama, Muhammad Yunus, Salman Rusdhie, Orhan Pamuk, Aitzaz Ahsan, Noam Chomsky, Al Gore, Paus Paulus (Pope Benedictus XVI), dan sebagainya. Hasil voting yang melibatkan 500 ribu responden di seluruh dunia, menempatkan Anies pada posisi ke-60. Sementara itu, di dalam negeri, Majalah MADINA mencatat nama Anies sebagai satu dari 25 tokoh Islam damai di Indonesia. Sungguh, sebuah prestasi yang mengagumkan.
Anies dihargai dunia bukan hanya karena intelektualnya yang cemerlang, tetapi juga karena keterlibatannya dalam berbagai kegiatan yang mendorong demokratisasi di Indonesia. Sejak mahasiswa, Anies terlibat dalam gemuruh perubahan. Sebagai anak muda, ia memendam kegelisahan, derap langkahnya adalah perubahan. Tatkala menjadi Ketua Senat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), ia menjadi satu dari sekian aktivis yang berhadapan langsung dengan barisan serdadu pembela Soeharto, jauh sebelum sang diktator lengser pada 1998.


