" Ketika
aku meminta dikuatkan Langkahku, Allah kirimkan aku masalah dan ujian
untuk ku selesaikan. Konon katanya doa dan takdir itu bertarung hebat di
langit. Jikalau benar demikian, maka akan aku kirimkan sebanyak
banyaknya doa untuk menggebrak langit, dan memenangkan takdir ". - RHM
Aku begitu menyukai kata - kata ini. Bahwa doa yang selalu kita kirimkan dalam munajat akan selalu sampai dan dijawab Allah dengan cara yang indah dan mengejutkan. Di tengah sejuknya suasana Kota Jogja malam itu, pikiran saya terlempar jauh mengingat alasan keberadaan ku di kota ini. Pertualangan itu dimulai dari sebuah desa kecil di ujung negeri, ia tumbuh bersama rindangnya pepohonan dan kicauan burung - burung serta keberagaman penduduk, ia tidak lahir dan tumbuh dari gedung - gedung pencakar langit nan megah di kota. Dan, sampai saat ini pun mimpi itu selalu tersimpan rapi di balik desa kecil nan rindang di tanah kelahiran kita disana, tempat aku nantinya akan pulang memulai cerita baru. Ya, tanah dimana perbedaan dan keberagaman itu menjadi rahmat, serta birunya laut di sepanjang samudra hindia tempat dimana semua rindu akan ditumpahkan.
Aku harus menceritakan kisah ini, bahwa kepergian ku disebabkan banyak alasan, mulai dari mimpi yang ku dapat dari buku Anak - Anak Revolusi yang bercerita tentang beliau berkeliling Indonesia untuk mempelajari budaya masyarakat sebelum terjun ke dunia politik, kegagalan diplomasi cinta yang tak kunjung menemukan titik temu dan berakhir dengan status quo " kembali seperti semula ", keinginan besar mengikuti DA di Indonesia Mengajar hingga niat hati untuk melanjutkan kuliah. Namun, ditengah lamunan tiba – tiba handphone memberi tanda ada pesan yang masuk.
“ Mad, kamu jadi
tes beasiswa dan melanjutkan kuliah mu ? “ Tanyanya
“ Belum, karena aku sedang focus untuk mengikuti Direct Assesment Indonesia
Mengajar terlebih dahulu, Aku berharap banget bisa menjadi bagian dari gerakan ini “ Jawabku waktu itu.
“ Belum, karena aku sedang focus untuk mengikuti Direct Assesment Indonesia
Mengajar terlebih dahulu, Aku berharap banget bisa menjadi bagian dari gerakan ini “ Jawabku waktu itu.
Percakapan ini pun terus berlanjut tentang apa yang
akan kami lakukan setelah peristiwa sakral ( baca “ wisuda “ ). Terlebih jauh
sebelum peristiwa sakral itu, aku punya banyak mimpi yang ingin aku capai nantinya.
Kadang aku merasa mimpi ini terlalu aneh dan sedikit gila sih, mimpi yang lahir
dari berbagai buku yang ku baca dan berbagai diskusi dengan teman – teman saat
kuliah dahulu. Oa aku bingung saat mengisi judul tulisan ini, setelah pikir - pikir ya ambil judul yang netral saja yaitu “ Kegundahan Membawa Ku Pulang
Kampung “. Kisah ini akab bercerita tentang berbagai macam kegundahan yang aku hadapi
dan semua peristiwa dan mimpi itu membawa ku pulang ke kampung halaman.
Tak selamanya apa yang kita inginkan adalah terbaik untuk kita. Kegagalan saat proses DA di Indonesia Mengajar ternyata memberi guncangan yang begitu besar akan suasana hati waktu itu, aku menyadari kesalahan ini sih karena aku terlalu berharap tinggi, sehingga ketika aku gagal ada rasa gundah yang membuncah, lain lagi rasa sedih atas waktu yang berjalan tanpa planning sehingga terasa tanpa arti. Tapi harus aku katakana bahwa aku bangga atas usaha dan pilihan ini.
Tak selamanya apa yang kita inginkan adalah terbaik untuk kita. Kegagalan saat proses DA di Indonesia Mengajar ternyata memberi guncangan yang begitu besar akan suasana hati waktu itu, aku menyadari kesalahan ini sih karena aku terlalu berharap tinggi, sehingga ketika aku gagal ada rasa gundah yang membuncah, lain lagi rasa sedih atas waktu yang berjalan tanpa planning sehingga terasa tanpa arti. Tapi harus aku katakana bahwa aku bangga atas usaha dan pilihan ini.
Apa
sih Sapo ide itu ?
Sapo
Ide itu adalah sebuah komunitas tempat anak muda berdiskusi dan belajar bersama
untuk membangun sebuah impian masa depan yang lebih baik. Nama Sapo Ide itu
juga berarti sapo " rumah " yang memberikan gambaran tempat berbagai
macam orang kumpul bersama.
Bagaimana
sih awal lahirnya komunitas ini dan kapan Sapo ide itu lahir ?
Sapo
ini sebenarnya lahir dari rasa empati kita terhadap berbagai permasalahan yang
begitu sering kita dengar di tengah - tengah masyarakat dan kita sebagai anak
muda merasa memiliki tanggung jawab untuk turun tangan bersama menjadi bagian
dari permasalahan itu sendiri. Kebetulan waktu itu kita banyak yang sudah
berkerja dan rasanya sangat sulit membagi waktu antara pekerjaan dan kegiatan
sosial, maka kita coba bentuk satu perkumpulan untuk berbagi kepada anak muda
lainnya.
Waktu
itu kita sempat berpikir, kok rasanya semakin kita bertambah usia dan ketika
sudah memiliki pekerjaan. Kok tanggung jawab sosial kita semakin berkurang ya ?
Inilah dasar kita membentuk ini semua. Berbagai permasalahan yang ada di Aceh
Singkil khususnya Rimo merupakan masalah kita semua, apapun latar agama dan
pekerjaannya.
Lantas
Sapo Ide bergerak di bidang apa ya ?
Sapo
Ide adalah tempat berkumpulnya anak muda untuk berbagi bersama kepada orang
lain, sehingga kita tidak memiliki batasan bergerak di bidang apa. Namun, saat
ini kita focus pada pendidikan dan dunia social.
![]()
Link
|
| Kepulauan Banyak |
For instance, Singkil swamp that is located in the mainland of Singkil has a various
conserved biodiversity. Visitors can easily a number of rare flora and fauna in
the swamp such as; Sumatran orang-utans, tigers, and rhinos as well as sun
bears, long tailed monkeys, wak – wak, turtles, crocodiles and dozens of
species of birds like parrots, perches, cucak, finches, storks, that show
themselves when we are exploring the Singkil swamp and forest which is probably
the same as inside the Amazon in America.
“
Tempat semua mata air mimpi selalu berada di tempat kita lahir dan besar. Bukan
legenda di ujung dunia “
- Anies Baswedan
- Anies Baswedan
Impian
sejak kecil tentang kampung halaman memberi banyak potongan puzzle dalam warna
hidup ku. Lahir dan tumbuh besar di lingkungan yang beragam, mulai dari budaya,
bahasa dan agama, semua keberagaman itu aku nikmati dalam kehidupan sehari –
hari dan mengajarkanku akan indahnya
perbedaan dalam kebersamaan. Hal ini juga yang membuat saya begitu mencintai
tanah kelahiran ini, dimana pun dan sampai kapan pun.
Perjalanan
panjang akan dunia relawan dan kerja ini di mulai dari sepotong kisah di masa
kecil 14 tahun lalu. Kegagalan saat mengikuti cerdas – cermat tahun 2003
ternyata menjadi awal kelahiran sebuah mimpi besar. Mimpi yang terus tumbuh dan
terawat rapi ditengah dinamikan zaman yang terus berubah. Sebagai peserta aku
dan teman - teman, dilatih berbulan – bulan dengan berbagai materi, setiap fase
kami lewati dengan baik hingga sampai di tingkat kabupaten. Di tahap akhir, aku
merasa panitia curang karena telah membocorkan soal – soal kepada kelompok lain
karena anak petinggi sebuah instansi di kabupaten. Sebagai anak kecil aku tak
bisa berbuat banyak selain meratapi impian yang sebenarnya sudah di depan mata
harus pupus karena ketidakadilan. Sejak saat itulah aku berjanji dalam hati
untuk rajin sekolah dan berusaha memperbaiki keadaan dengan ilmu dan pengalaman.
Aku
merenung dalam sebuah perjalanan ke Padang, aku melihat ada hal yang berbeda
dengan pembangunan pesat di berbagai kabupaten / kota yang ku lalui, berbeda
sekali dengan kampung halaman ku yang jauh dari sentuhan perhatian apalagi
pembangunan. Perjalanan itu memberikan sebuah keyakinan bahwa dunia politik /
pemerintahan dan pendidikan merupakan kunci untuk membangun kampung halaman.

