Sejak kecil
kita selalu dekat dengan mimpi – mimpi, mimpi merupakan refresentasi terhadap
apa yang kita lihat dan kondisi lingkungan kita. Banyak yang bercita – cita menjadi
polisi, tentara, dokter, guru dan banyak lainnya. Ini karena di lingkungan
pedesaan banyak sekali profesi berseragam yang kita temui. Namun ketika
usia menginjak dewasa dan kita memiliki mimpi – mimpi, karena satu pertemuan
semua mimpi itu harus kita revisi ulang ?
Saya menyadari
bahwa terkadang keadaan mengisyaratkan kita untuk merevisi berbagai mimpi –
mimpi kita. Entah karena mimpi itu terlalu sulit, sudah tidak relevan, tidak
menarik lagi, atau mimpi tersebut tidak mengikuti perkembangan zaman. Dalam tulisan
ini saya ingin berkisah akan mimpi yang perlahan aku revisi. Ada banyak mimpi
yang sudah sejak lama ingin sekali aku wujudkan, seperti mimpi ingin
melanjutkan kuliah setelah wisuda, berkerja di Jakarta agar banyak mendapatkan
pengalaman, atau menjadi relawan di daerah pedalaman. Semua mimpi itu harus
berubah.