Pagi ini saya mau menuliskan sedikit rasa yang mengiringi
saya beberapa bulan untuk membalas tulisan yang sudah dibuat adek keren satu
ini. Saat saya masih di tempat tidur,
saya membaca sebuah pesan dari Muhammad Fajri yang berisi link tulisan
berisi pesan dan kisah untuk saya. Tulisan ini akan lebih banyak menjawab
setiap pertanyaan yang belum selesai dalam tulisan di tumblr tadinya.
Sebelum jauh membalas tulisan dalam tumblr itu perkenankan
abang menuliskan sedikit tentang my self kepada mu. Ada satu kalimat yang
menghiasi dinding blog ini yaitu “ Aku ingin dirindukan dan dinantikan
kehadirannya saat ada dan tiada nantinya “ begitulah kira – kira isinya. Pesan dari
kalimat ini adalah abang akan berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat terus
untuk bisa berkontribusi pada lingkungan maupun orang lain agar ketika sudah
tiada nanti ada kisah yang membekas di dalam benaknya. Dalam diri anak muda
Rimo ini banyak sekali dosa dan kelemahan yang membuat abang terus berusaha
berbenah menuju lebih baik. Semoga tetap istiqomah berada di jalan ini ya. Benar
sekali perkenalan itu di mulai dari saat acara Travelling dan Berbagi kala itu,
saat itu kita bertemu di PKA tempat berkumpulnya seluruh relawan, ya benar itu
pertama sekali saya melihat mu karena mungkin karena baru pertama kali
bergabung ya atau abang mu ini yang tidak melihat. Ada tugas yang selalu dan
harus dilaksanakan adalah memastikan seluruh keluarga besar Turun Tangan Aceh
nyaman berada di dalamnya, tak peduli mau dia lebih tua ataupun lebih muda dari
saya saya harus menyapa terlebih dahulu. Tidak ada aturan yang mengatakan yang
lebih muda harus menyapa lebih dahulu.
