Buk Dewi Isrofiah, saya tak menduga bagaimana spektrum semangat Ibu meninggalkan kampung halaman Kediri untuk melanjutkan perjuangan almarhum suami untuk membangun dunia pendidikan di garis terdepan tanah Singkel, yaitu Lae Balno hanya beberap menit saja sampai ke Sumatera Utara. Beberapa kali saya ke Lae Balno, masih belum sanggup menganalisa bagaimana mungkin beliau selama hampir 23 tahun bolak balik naik honda, kadang pas kita rapat di Rimo, beliau selalu bilang Ibu Otw ya ke Rimo. Dan yang paling saya ingat ialah, ia selalu berbicara tentang pendidikan Lae Balno, Bantu Lae Balno, ayo ke Lae Balno dll. Padahal kemarin saya ada setengah hari di Lae Balno, gundahnya luar biasa karena tidak ada jaringan handphone, putus kontak kita dengan dunia luar.
Saya punya satu impian,
saya yakin ini impian kita semua. Suatu saat nanti, setiap anak di Aceh Singkil
ini akan mendapatkan pendidikan yang bermutu, dimana pun mereka berada dan
apapun latar belakang ekonomi, suku dan agamanya.
Malam ini kita berkumpul dalam satu ikhtiar pendidikan yang kita beri nama Malam Akrab Penggerak “ Makaprak “ sebagai upaya menyatukan derap langkah kita bersama dalam menyongsong pembangunan kedepan. Kepada Bapak, Ibu, dan guru saya semua serta para pegiat pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil, yang berasal dari berbagai latar dan instansi, ijinkan saya menyampaikan apresiasi atas peran aktif kita semua dalam ikhtiar pendidikan ini dan izinkan saya menyampaikan sekilas selayang pandang pendidikan.
Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja, dan ini menjadi peluang serta tantangan besar yang harus kita sambut dalam menjalani dinamika perubahan.
Singkel Bisa #1 : 2024 Putra Aceh Singkil Wajib Duduk di Parlemen Aceh
![]() |
| Aceh Singkil, Kabupaten Paling Selatan Provinsi Aceh |
Sejak kecil kita selalu membaca dan mendengar cerita betapa jaya dan kayanya daerah kita, seperti dongeng yang dikisahkan ayah kepada putranya, kisah bagaimana perusahaan besar mengeksploitasi sumber daya alam selama puluhan tahun seperti perusahaan kayu yang sangat mendunia, PT Gunung Raya Utama Timber Industries “ GRUTI “ hingga perkebunan kelapa sawit yang kini semakin menggurita dan dilirik berbagai kalangan, daerah itu dinamakan Aceh Singkil. Kisah ini sampai sekarang sering kita dengar di berbagai media dan diskusi para sejarawan, namun timbul satu pertanyaan yang harus kita jawab bersama dalam lubuk hati terdalam, Kemana arah pembangunan daerah yang kaya ini ?
Apakah arah pembangunan daerah ini kita ditentukan sepenuhnya oleh provinsi, investor atau kolaborasi dari stakeholder di daerah. Jawabnya adalah ditangan seluruh stakeholder pembangunan, baik yang ada di daerah, provinsi ataupun pusat. Lantas bagaimana hubungan antara daerah, provinsi dan pusat dalam akselerasi pembangunan di daerah ?
Pertanyaan inilah yang coba penulis uraikan berdasarkan pengalaman kerja dan dunia usaha yang kita jalani saat ini.
Kajian Kemiskinan Masyarakat Perbatasan, Kabupaten Aceh Singkil #2
![]() |
Kehidupan Sekeruh Air di Ladang Sawit. Muhajir Al Fairusy, Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin UIN Ar Raniry) |
Metode Penelitian
Penelitian untuk mengumpulkan data tentang fenomena kemiskinan, di salah satu kecamatan, Kabupaten Pidie Jaya, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data dengan teknik observation (observasi) dan depth interview (wawancara mendalam). Peneliti juga melakukan perekaman data visual dengan pemotretan memanfaatkan kamera foto, nantinya data visual akan ditampilkan dalam tulisan ini. Sebelum penelitian lapangan (field research) dilaksanakan, terlebih dahulu peneliti mengkaji berbagai literatur yang berhubungan dengan kajian kemiskinan, dan masyarakat yang akan diteliti. Strauss & Corbin (2003; 10-11) mengatakan bahwa, “Teori yang grounded adalah teori yang diperoleh secara induktif dari penelitian tentang fenomena yang dijelaskannya. Karenanya teori ini ditemukan, disusun, dan dibuktikan untuk sementara melalui pengumpulan data yang sistematis, dan analisis data yang berkenaan dengan fenomena itu. Dengan demikian pengumpulan data, analisis, dan teori saling terkait dalam hubungan timbal-balik. Peneliti tidak memulai penyelidikan dengan satu teori tertentu, lalu membuktikannya, tetapi dengan suatu bidang kajian dan hal-hal yang terkait dengan bidang tersebut”.



