Kegiatan Belajar dan Bermain Bersama Pengajar Muda

By Keumala Bangsa - September 09, 2018

Bersama adik - adik sekolah Mukti Lincir
" Saat kita kelelahan menghadapi berbagai kemanjaan anak anak yang mengharuskan kita sabar. Hadirkanlah gambaran bahwa bahwa satu diantara mereka kelak akan menarik tangan mu ke syurga ". - Si Anak Rimo

Lakukanlah segala yang kamu kerjakan dengan penuh cinta atau jangan lakukan sama sekali. Sampai saat ini aku selalu saja lebih suka memilih satu atau dua rumah tempat aku berteduh, lalu berkerja dan memberikan semaksimal mungkin atas yang kita miliki. Bagiku dunia pendidikan adalah energi tak terbatas dan menjadi suatu kehormatan menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan, dan aku harus mencari energi itu dalam setiap momentum yang ada.

Aku mau ceritain tentang kegiatan yang diinisiasi oleh teman - teman Pengajar Muda dari Indonesia yang bersafari ke sekolah - sekolah tempat penempatan Indonesia Mengajar di Aceh Singkil. Ada satu cerita yang sepertinya Allah selalu memberikan waktu yang luang untuk selalu bisa berkegiatan dengan pengajar muda. Ceritanya bermula saat hendak berangkat ke kantor dan aku menumpang dengan Bang Fajar, beliau berkerja di Dinas Pendidikan. Padahal biasanya saya jarang banget menumpang dengan Bang Fajar, tapi hari itu ndak tau kenapa bisa pergi ke kantor bareng. Tiba - tiba Bang Fajar bersama dengan salah satu Kasi, Bang Sugianto bilang harus singgah dulu di penginapan Hotel Keluarga karena ada tamu dari Indonesia Mengajar yang akan berkunjung ke Dinas Pendidikan. 

Aku pun merasa ini skenario Allah untuk mempertemukan dengan sahabat - sahabat lama saat dulu masih sibuk bersama para pengajar muda, dan mengobati rindu berkegiatan bersama. Apalagi aku waktu itu pernah mendaftar menjadi pengajar muda dan belum berhasil di tahap akhir. Saat aku gagal menjadi pengajar muda, aku berdoa semoga suatu saat nanti Aceh Singkil dapat menjadi salah satu penempatan para PM " Pengajar Muda ", alhamdulillah ini menjadi tahun pertama para PM mengabdi di kabupaten ini. 

Aku tidak mungkin nyeritain semua kegiatan dan perjalanan bersama Indonesia Mengajar, aku ingin menuliskan bahwa setiap ada kegiatan Indonesia Mengajar aku selalu bisa libur kerja. Padahal rasanya sulit banget untuk bisa libur karena tuntutan kerja yang harus selalu siap dan stand by disamping pimpinan. Aku diberi amanah sebagai Ajudan Bupati yang mengurusi semua berkas dan jadwal serta seluruh kegiatan Bupati, sehingga harus selalu stand by. Itu cerita pertama dan ada cerita lain lagi yang saya yakin Allah memberikan saya libur untuk dapat menjaga semangat dan ikut terlibat bersama Indonesia Mengajar.

Kesempatan kedua saat saya harus menemani teman dari kantor Pusat Indonesia Mengajar untuk meninjau beberapa sekolah untuk dimasukkan dalam daftar list. Kebetulan saat itu Bupati sedang tidak berada di Aceh Singkil, sehingga saya bisa libur dan kita berangkat bareng keliling melihat sekolah yang layak untuk dijadikan penempatan para PM nantinya. 

Menulis Mimpi bersama Adik - Adik 
Dan kesempatan ketiga itu saat pelaksanaan Kegiatan Belajar dan Bermain pada Selasa 4 September 2018 kemarin. Sebetulnya ini pilihan sulit dan besar kemungkinan saya tidak dapat ikut dalam kegiatan itu, soalnya saya baru saja libur selama seminggu penuh karena liburan di Yogyakarta. Rasanya tidak mungkin saat baru masuk kantor hari Senin dan Selasanya saya kembali libur. Alhamdulillah waktu itu Bapak mendapat tugas keluar daerah dan saya dapat libur. Alhamdulillah banget bisa libur kerja dan bermain bersama anak - anak di sekolah.


Bersama Dewan Guru dan Para Inspirator Kegiatan Belajar dan Bermain

Senyum Para Pengajar Muda

Tak terasa hanya dua bulan lagi waktu yang tersisa untuk para pengajar muda mengabdikan diri di Aceh Singkil, setelah itu mereka harus kembali ke Jakarta untuk Orientasi Pasca Penugasan dan digantikan oleh pengajar muda selanjutnya. Sebenarnya saya sih seperti merasa kehilangan, karena rasanya baru beberapa bulan bersama mereka terlibat dalam setiap iktiar pendidikan. Masih ngak nyangka dan kayak berat melepas sih. 


Saya selalu bangga dan senang jika mendapat undangan bermain ke desa ini, padahal saya tidak mengenal siapapun kecuali kepala sekolah dan para guru yang saya kenal setahun yang lalu saat survei lapangan. Yang paling saya rindukan dari tempat ini adalah kelembutan dan kesopanan dalam menerima orang - orang baru serta kita berdiskusi tentang pulau Jawa, mungkin karena mereka Sebahagian besar berasa dari pulau Jawa.

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Ngomongin tentang kebutuhan anak emang ga ada abisnya hahahhaa..
    kita sebagai orang tua emang harus pinter2 ngatur duit, apalagi kalo udah sampe mikirin biaya pendidikan, pusiiiiiiing
    Sharing aja, gw juga buat perencanaan biaya pendidikan, kali aja bisa jadi acuan teman2 semua!
    cara mempersiapkan biaya pendidikan anak

    ReplyDelete