Sejarah Turun Tangan Aceh

By Si Anak Rimo - May 16, 2016

 Turun Tangan Aceh

Turun Tangan adalah gerakan yang didasari keyakinan bahwa setiap orang dapat ikut terlibat untuk melunasi janji kemerdekaan. Turun Tangan Lahir pada Juli 2013. Mendorong keterlibatan orang untuk menyelesaikan masalah yang ada di lilngkungannya. Think Big, start Small, Act Now. Turun Tangan Ditujukan lebih besar dari Indonesia  mengajar. Mas Anies Baswedan dan teman – teman menyiapkan Turun Tangan untuk menjadi platform crowdsourcing dimana setiap orang, dimana saja dan kapan saja bisa menyumbangkan ide, tenaga, waktu, uang untuk melunasi janji kemerdekaan. Diharapkan nantinya mereka yang menjadi alumni ataupun lahir dari Turun Tangan adalah pemimpin – pemimpin masa depan yang memiliki wawasan kelas dunia, pemahaman akar rumput dan sudah malang melintang di permasalahan masyarakat. 


Turun Tangan adalah sebuah gerakan yang mengajak setiap orang untuk merasa memiliki dan terlibat dalam setiap permasalahan yang ada di negeri ini. Bergerak bersama untuk ikut melunasi janji kemerdekaan. Turun Tangan di inisiasi Oleh Anies Baswedan, ada banyak gerakan yang lahir dari tokoh muda ini. Indonesia  mengajar, Indonesia  menyala, kelas inspirasi, dan yang terbungsu adalah Turun Tangan. Jika ketiga gerakan lainnya telah bergerak di bidang pendidikan maka Turun Tangan akan bergerak di bidang yang lebih umum seperti politik dll. 

Seiring berjalannya waktu perkembangan dan perubahan itu terus terjadi, pasca pemilihan presiden setiap daerah memiliki permasalahan tersendiri yang membuat setiap gerakan di daerah itu berbeda. Momentun konvensi hadir sebagai salah satu bentuk edukasi politik kepada masyarakat. Peran Turun Tangan adalah menyampaikan pesan dan mengajak orang baik untuk masuk ke politik. Kampanye ini bertujuan agar anak muda tidak alergi dengan politik dan mendorong anak muda yang berintegritas punya rekam jejak yang baik untuk menjadi pemgambil kebijakan. Jika di Aceh lebih banyak di bidang pendidikan dan sosial, medan bergerak di bidang politik dan bencana alam, dst. Tapi perlahan kita akan terus bergerak naik ke permukaan masalah, sebagai langkah awal kita akan Turun Tangan pada gressroot permasalahan sehingga kita semua memiliki bekal dan memahami letak suatu masalah, setelah semua merasakan dan belajar langsung dari suatu permasalahan kita akan perlahan mencoba naik ke pengambil kebijakan dengan melakukan audiensi atau diskusi bersama stakeholder ( pengambil kebijakan ). Semua daerah bergerak sesuai dengan permasalahan daerah masing masing dan sumber daya relawan yang ada.

Turun Tangan Aceh lahir pada Senin 23 Desember 2013 di Banda Aceh.  Saat itu kita memiliki markas atau sekretariat di Jalan Elang, kampung Ateuk Pahlawan. Sehingga kita sering menyebutnya dengan istilah Markas Elang. Seiring berjalannya waktu Turun Tangan Aceh mengalami kemajuan yang signifikan baik dalam jumlah relawan maupun kegiatan. Di awal lahirnya gerakan ini bergerak di bidang politik, sosial dan lingkungan. Mengajak setiap orang baik untuk peduli dan mau masuk ke dalam dunia politik. Saat itu kita juga kita bersama dengan komunitas lainpeduli terhadap isu lingkungan dengan melakukan program penanaman bakau dll.Saat ini kita bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan kualitas relawan dengan melakukan berbagai pelatihan baik itu jurnalistik, corel, menulis, toefl, dll dan juga turut aktif melunasi janji kemerdekaan mencerdaskan anak bangsa melalui program “ Turun TanganAceh Mengajar “.Hari ini jumlah relawan Turun Tangan se Indonesia  telah lebih dari 50 ribu relawan yang tersebar di banyak kota. Jumlah yang tidak ada manipulasi, seluruhnya relawan sendiri yang berinisiatif mengisi formulir online di web nya Turun Tangan.

Setiap relawan harus terdaftar di web turuntangan.org untuk dapat mengetahui perkembangan informasi. Relawan Turun Tangan adalah konseptor sekaligus eksekutor bagi ide – ide positifnya. Tanpa harus bergantung pada humas atau perusahaan yang memberi bantuan. Turun Tangan dengan Visi gerakan kerelawanan yang mendorong masyarakat peduli dan terlibat aktif untuk mewujudkan indonesia yang penuh dengan pemimpin – pemimpin berintegritas. Misi Turun Tangan adalah membangun wadah gerakan sosial relawan di setiap kota / kabupaten. Menginkubasi dan menyebarluaskan gerakan yang berdampak pada penyelesaian permasalahan – permasalahan lokal dan nasional. Mendorong publik untuk peduli dalam penyelesaian masalah sosial – politik dll. Menyiapkan pemimpin – pemimpin masa depan yang berintegritas

Nilai Nilai Dasar Relawan 

Berintegritas, berpegang teguh atas ucapan dan tindakan. Menjunjung tinggi kejujuran dan disiplin dalam berkerja. Peduli, memiliki rasa empati yang tingi terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan terdekat dan terluas, Indonesia. Bergerak bersama, relawan bergerak sebagai satu unit kesatuan, tidak terpecah dan bergerak sendiri – sendiri. Independen, bergerak tanpa membawa kepentingan pihak – pihak tertentu. Semuanya murni untuk kepentingan masyarakat dan Indonesia. Komitmen, menjalankan kesepakatan dengan penuh tanggung jawab. Partisipatif, setiap relawan memiliki hak dalam berpartisipasi dan berkontribusi dalam setiap kegiatan yang direncanakan atau dilakukan. Nasionalisme, rasa cinta kepada nusantara adalah sebuah nilai penting bahwa relawan bergerak bukan untuk kepentingan pribadi melainkan bangsa dan negara. Kolaboratif, terbuka untuk membangun silaturahmi, berkumpul, berkordinasi dengan komunitas lain. Bergerak bersama tanpa ada sekat komunitas dll.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar