Pulau Aceh Yang Terlupakan

By Si Anak Rimo - May 15, 2016




Pulo Aceh sendiri adalah sebuah nama kecamatan yang secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Aceh Besar. Ia adalah nama kecamatan dari gabungan sebelas pulau yang terletak di kawasan itu, yaitu Pulo Breuh, Pulo Nasi, Pulo Teunom atau Keureusek, Pulo Jroeng, Pulo Teungkurak, Pulo Bunta, Pulo Tuan Diapit, Pulo U, Pulo Sidom, Pulo Geupon, dan Pulo Lhee Blah. Hanya Pulo Breuh dan Pulo Nasi yang berpenghuni. Selebihnya adalah gugusan pulau sepi tak bertuan. Di Pulo Breuh ada 12 desa, 8 desa berada di selatan dan 4 desa di utara, sedangkan Pulo Nasi terdiri dari 5 desa saja. 
Perjalanan ke Pulo Aceh tentu saja melalui jalur laut. Bertolak dari Lampulo atau Uleelheu, Banda Aceh, kisaran waktu tempuh bervariasi, mulai dua hingga empat jam, tergantung pada desa mana yang hendak dituju. Beberapa minggu yang lalu saya menuliskan sekilas tentang gambaran pulau Aceh dari apa yang saya lihat melalui video, baca melalui majalah dan dengar dari berbagai sahabat. Sehingga saya bisa langsung menuliskan kisah  yang membuat rasa cinta saya semakin besar terhadap Aceh maupun Indonesia ini. 

Malam ini saya ingin menuliskan apa yang saya rasakan selama tiga hari berada di pulau Aceh. Ada hal yang membuat saya ingin mengunjungi kembali Syurga yang terabaikan ini, seperti kata para banyak pelancong. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi yang coba saya tuliskan dalam blog. Jumat 14 November 20014, kita bersama dengan himpunan mahasiswa teknik pertambangan unsyiah melakukan perjalanan laut dengan boat berukuran sedang untuk kegiatan bhakti sosial di pulau aceh. Bantuan terdiri dari bentuk fisik dan non fisik antara lain memberi bantuan buku, cat, dll, ini adalah bentuk bantuan fisik yang telah disiapkan oleh mahasiswa teknik pertambangan ini. Kami dari turun tangan aceh mengajar fokus mengajar kepada anak anak SD Rinon. 

Sebelum berada di pulau aceh kita melakukan beberapa kali rapat mencoba menggambarkan kondisi disana untuk mendesain bentuk kegiatan yang akan kami laksanakan nantinya. Saya akan langsung menguraikan kisah ini. pagi itu saat kami dan anak anak telah berkumpul di depan halaman sekolah untuk acara pembukaan bhakti sosial, anak anak berbaris rapi dengan bedak tebal di beberapa pipi anak anak lucu nan polos itu. Kami berdiri di samping mereka mencoba mendengar dengan tenang nasehat dan arahan dari ketua rombongan kami pembantu dekan 3 fakultas teknik. Beberapa hal yang membuat saya terkejut adalah ketika saya melihat indomie di saku anak anak, bukan satu dua anak yang makan indomie mentah tapi ada banyak anak anak yang gemar. Dalam dunia kesehatan memakan indomie mentah dalam kuantitas yang banyak tidaklah baik untuk kesehatan. Minuman kuku bima dan Extra Joss juga sangat digemari anak anak kala itu.  

Kenapa kita harus ke Pulau Aceh ?

Pulau Terluar, Pulau Aceh adalah salah satu pulau terluar, tertinggal di provinsi aceh dan indonesia. Walaupun letaknya tidak begitu jauh dari ibukota provinsi tapi pembangunan insfrastruktur masih sangat tertinggal. Pulau yang dihuni hampir 6000 jiwa ini masih kekurangan guru, dokter dll. Kita akan melihat bahwa masih banyak yang harus dibenahi di negeri ini, untuk berobat saja mereka harus pergi ke banda aceh atau ke ibukota kecamatan yang jaraknya cukup jauh.

Mengasah Rasa Kepedulian, dengan kondisi lingkungan seperti ini pasti bukanlah hal mudah untuk dijalani dalam waktu yang lama. Lampu yang masih bergilir serta masih sangat minimnya sarana dan prasarana kesehatan maupun pendidikan. Melihat masyarakat yang pergi ke laut mencari nafkah membuat hati kita luluh dengan kerja keras mereka yang luar biasa.

Alamnya Indah “ Berlibur “Alam disini masih sangat asri dan sangat indah terutama wisata lautnya. Mercusuar berdiri megah di tengah pulau yang menjulang tinggi diangkasa. Berdiri di mercusuar ini kata beberapa teman saya akan membuat kita betah berlama lama untuk memandangi betapa indah laut dan nusantara ini. garis pantai yang panjang dan air laut yang jernih membuat kita betah berlama lama mandi di pantai sambil melihat masyarakat memancing ikan.

Tempat Mengabdi, Pulau ini sangat membutuhkan banyak tenaga pengajar dan kesehatan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Mulai tenaga medis atau pendidikan, banyak sekolah yang kekurangan guru dan murid. Anak anak masih sangat tertinggal pelajaran jika dibandingkan dengan daerah lain, sehingga untuk mengejar itu dibutuhkan tenaga pengajar yang bersedia tinggal disana. 

Mencari Bahan Tulisan, Bagi mereka yang suka travelling atau menulis disini ada banyak tempat yang bisa dikunjungi dan dijadikan bahan tulisan baik itu untuk blog, penelitian, tumblr dll. Mulai dari bahan tentang sumber daya alam seperti besi, batu bara atau pendidikan serta dunia kesehatan. Ada banyak sekali permasalahan yang harus segera dijalan keluar melalui tulisan itu. Terutama masih terbatasnya tenaga kesehatan dan listrik yang masih bergilir. Mencoba mencari gambar gambar indah juga bisa karena alam yang asri dan laut yang indah akan selalu membuat kita ingin kembali ketika sudah meninggalkan pulau ini.

Konon, kedua bangunan yang dibangun pada 1875 itu merupakan hadiah pernikahan raja William III atau William Alexander Paul Frederick Lodewijk. Ia seorang penguasa Belanda yang kala itu memiliki andil besar melakukan pembangunan demi kepentingan kolonialisme Belanda di Asia. Salah satunya pembangunan pelabuhan Sabang. Mercusuar serta Pelabuhan Williams Torren juga dibangun sebagai penunjang operasional pelabuhan Sabang yang merupakan jalur lintas terpadat Asia Tenggara kala itu.

Di dunia hanya ada tiga mercusuar Williams Torren, yaitu di Kepulauan Karibia, Holland, dan Aceh. Kini mercusuar dikelola oleh Departemen Perhubungan Laut Distrik Navigasi Sabang. Lima petugas ditempatkan di hutan belantara itu untuk memastikan lampu mercusuar tetap menyala. “Kami akan diganti per dua bulan sekali,” kata Tony Suharto. Ia komandan dari empat anak buahnya. Mereka tunduk ke Kantor Perhubungan yang berlokasi di Sabang. 
 
Proklamasi Kemerdekaan
Anak anak sedang belajar sejarah kemerdekaan Indonesia. mahasiswa pertambangan menjelaskan bagaimana proses pengibaran bendera merah putih saat kemerdekaan, anak anak berperan menjadi tokoh proklamator dan tokoh bangsa lainnya. Antusias yang luar biasa walau matahari bersinar terik membakar kulit. Menyanyikan lagu indonesia raya di pantai membuat semangat dan rasa cinta kita kepada indonesia semakin besar. Kunjungilah salah satu pulau terluar dari negeri ini. Semakin kita jelajahi negeri ini maka akan semakin cinta kita kepada alamnya, rakyatnya, serta budaya dan apa pun yang ada di nusantara ini. Setelah kamu mengunjungi ini maka rindu untuk kembali akan selalu membayangi. Seperti yang saya rasakan saat ini ingin menjadi guru walau sebulan disana. 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar